Menolak Perbudakan Jadi Faktor Utama Legenda NBA Ini Memeluk Islam

Okezone
 Okezone - Wed, 03 Feb 2021 00:45
 Dilihat: 366
Menolak Perbudakan Jadi Faktor Utama Legenda NBA Ini Memeluk Islam

NEW YORK - Kareem Abdul-Jabbar adalah salah satu atlet Muslim paling berprestasi di dunia. Sepanjang kariernya sebagai pebasket profesional, Abdul-Jabbar telah menjuarai NBA sebanyak enam kali. Tak mengherankan jika sosoknya sekarang dianggap sebagai legenda.

Abdul-Jabbar sejatinya seorang Mualaf. Ia terlahir dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr dan tumbuh di dalam keluarga yang memeluk agama Katolik. Akan tetapi, pada 1971, tepatnya ketika berusia 24 tahun, ia memutuskan mengambil langkah berani untuk masuk Islam dan mengubah namanya.

Baca juga: Cerita Mike Tyson soal Doa-doanya yang Dikabulkan Allah

Tumbuh pada medio 1960-an membuat Abdul-Jabbar tersadar bahwa masih terdapat diskriminasi yang kental terhadap orang-orang kulit hitam di Amerika Serikat. Abdul-Jabbar yang merupakan salah satu dari mereka pun mulai mempertanyakan mengapa diskriminasi terhadap kulit hitam ini bisa terjadi.

Setelah mengulik lebih jauh soal sejarah, Abdul-Jabbar mendapati bahwa di masa lampau agama Kristen mendukung adanya perbudakan terhadap ras kulit hitam. Ia menerangkan bahwa gereja telah gagal menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menghentikan perbudakan.

Baca juga: Dalilah Muhammad Ciptakan Sejarah bagi Perempuan Muslim di Amerika Serikat

Meski kemudian Konsili Vatikan II pada tahun 1965 menyatakan perbudakan sebagai penghujatan yang tidak menghormati Tuhan dan merupakan racun bagi masyarakat. Akan tetapi bagi Abdul-Jabbar, itu sudah terlambat. Sebab, perbudakan dan diskriminasi terhadap kulit hitam sudah masif terjadi di mana-mana.

"Kegagalan gereja untuk menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menghentikan perbudakan dan sebaliknya malah membenarkannya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan dosa asal membuat saya marah," ungkap Abdul-Jabbar, dikutip dari Saudi Gazette, Rabu (3/2/2021).

Sumber: Okezone