Review: Silent Hill Revelation 3D

Wed, 19 Dec 2012 14:26
Review: Silent Hill Revelation 3D

Sangat sedikit film adaptasi video game populer yang bisa dikategorikan sukses, baik secara kualitas maupun komersil. Seri adaptasi Resident Evil (2002-2012) masuk di kategori kedua, di mana kualitas cerita semakin memburuk dalam tiap sekuelnya, namun pendapatannya terus meningkat. Film Silent Hill (2006), rival Resident Evil dalam game genre horror, sebenarnya mendapat respon yang lebih baik dari segi kualitas, namun hasil box officenya mengecewakan, sehingga baru 6 tahun berselang muncul sekuelnya, Silent Hill: Revelation. Kali ini, kisah kota misterius tersebut ditampilkan dengan teknologi 3D.



Revelation melanjutkan cerita dari film pertama, di mana Christopher (Sean Bean) dan putrinya, Sharon (Adelaide Clemens), selalu berpindah rumah dan berganti identitas, sejak insiden dengan kota Silent Hill yang membuat sang ibu (Radha Mitchell) terjebak di dimensi lain. Sharon, yang berhasil selamat dari cengkraman kelompok misterius, kehilangan ingatannya, namun selalu mengalami mimpi buruk yang berujung pada nama Silent Hill. Berusaha menghindar dari apapun yang berhubungan dengan Silent Hill, Christopher pun menyembunyikan kebenaran tentang identitas Sharon sesungguhnya, serta alasan kenapa mereka selalu dikejar-kejar dan berganti identitas. Untuk kesekian kalinya, mereka pindah ke tempat baru. Kali ini, identitas mereka adalah Harry dan Heather. Di hari pertama di sekolah barunya, Heather langsung mengalami kejadian-kejadian aneh. Seorang murid baru misterius seperti dirinya bernama Vincent (Kit Harington), berusaha mendekatinya tanpa henti. Heather juga dibuntuti oleh seorang yang mengaku detektif, dan disewa oleh orang tak dikenal untuk menyelidiki Heather dan ayahnya. Ketakutan, Heather pun menelepon ayahnya, dan meminta untuk segera bertemu di luar rumah. Namun, sebelum Harry sempat pergi, ia diculik oleh utusan dari Silent Hill.



Ditemani Vincent, Heather memutuskan untuk pulang. Yang ia temukan di rumahnya adalah sebuah tulisan dari darah di dinding yang berbunyi ‘Come to Silent Hill’. Bertekad menyelamatkan ayahnya, Heather mencari tahu segala sesuatu tentang Silent Hill, termasuk sebuah surat dari ayahnya, dan bergegas kesana. Vincent menentang keputusan Heather, namun akhirnya ikut menemani. Selama perjalanan, Heather mempelajari kebenaran tentang dirinya dan hubungannya dengan Silent Hill. Ketika semuanya menjadi jelas, Vincent mengungkapkan jati diri sebenarnya dan motif ia mendekati Heather. Belum selesai menjelaskan, tiba-tiba saja Vincent lenyap bersama dengan munculnya dimensi lain yang menyeramkan. Kini, Heather harus menyelamatkan ayahnya seorang diri, sekaligus menyelesaikan urusan pribadinya dengan Silent Hill.



Di luar visual 3D canggih dan atmosfer yang menyeramkan, Revelation adalah langkah mundur dari film pertamanya. Plot cerita yang seperti tidak berhubungan, kontinuitas yang tidak konsisten, serta dialog yang aneh dan kaku terasa sangat mengganggu sepanjang film. Nilai plus dari Revelation adalah sejumlah referensi ikonik dari video game-nya, seperti boneka kelinci, peta rumah sakit, jaket rompi Heather, serta cameo dari salah satu karakter game-nya yang belum muncul di versi film. Ending Revelation pun membuka peluang untuk sekuel berdasarkan game terbarunya.
Silent Hill: Revelation bisa dibilang mengecewakan, baik sebagai sekuel maupun adaptasi video game. Namun, jika ingin menikmati visual dan suasana menyeramkan, versi 3D-nya patut ditonton. 2/5.

Rating: 2 of 5
Movie Title: Silent Hill Revelation
Cast: Adelaide Clemens, Kit Harington, Sean Bean, Carrie-Anne Moss
Director: Michael J. Bassett
Duration: 94 Minutes