Krida Jaringan Nusantara Sasar Pedagang Instagram

Wed, 10 Jul 2019 20:00
151
Krida Jaringan Nusantara Sasar Pedagang Instagram

Jakarta - Perusahaan logistik, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 111,74 persen dari Rp6,47 miliar di 2018 menjadi Rp13,7 miliar tahun ini. Perusahaan yang baru melantai di bursa efek ini menyasar pengiriman barang oleh pedagang di media sosial.

Sekretaris Perusahaan Alexander R. Hasibuan mengatakan pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat ini ditopang pengembangan bisnis pengiriman paket. Ia bilang perseroan akan menyasar pengiriman barang oleh pedagang online di media sosial seperti Instagram dan Facebook.

"Di media sosial banyak orang dagang yang jumlahnya justru lebih dahsyat, tapi kadang orang lupa di situ (potensi), nah kami lebih di situ," katanya, Senin (1/7).


Saat ini, perseroan memiliki tiga lini bisnis, yakni KJN Express untuk pengiriman dokumen dan surat menyurat, KJN Express untuk pengiriman paket, dan KJN Mover untuk layanan pindahan properti. Tahun lalu, pengiriman dokumen masih mendominasi bisnis perseroan dengan persentase sebesar 90 persen.

Tahun ini, perseroan akan memaksimalkan pasar pengiriman paket menjadi 35 persen. Targetnya, porsi mayoritas sebesar 60 persen bisa dialihkan kepada bisnis pengiriman paket pada 2020. Sedangkan sisanya pengiriman dokumen sebesar 30 persen dan KJN Mover sebesar 10 persen.

Lihat juga: Alasan Otoritas Bursa Tak Bekukan Saham Garuda Indonesia

"Komposisi pengiriman dokumen makin terdelusi dan pertumbuhannya tidak secepat pertumbuhan paket dan mover," paparnya.

Untuk meningkatkan potensi pengiriman paket, ia bilang perseroan akan menggandeng mitra. Ia mengaku perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan dua mitra yang memiliki lebih dari 100 outlet (cabang) di seluruh Indonesia. Tahun ini, perseroan menargetkan bisa memiliki kerja sama dengan 400 outlet lalu jumlahnya meningkat dua kali lipat di 2020 menjadi 1.000 outlet.

"Pasar pengiriman paket tahun ini masih di sekitar jabodetabek, tapi 2020 kami akan keluar dari Jabodetabek di Pulau Jawa nanti 2021 di luar Pulau Jawa," jelasnya.

Selain menambah mitra, perseroan juga akan mengembangkan infrastruktur pendukung bisnis pengiriman paket, seperti gudang hingga alat transportasi. Untuk itu, perseroan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp4 miliar-Rp5 miliar.

Khusus untuk pengembangan lahan dan bangunan yang mendukung aktivitas operasional akan menggunakan dana yang bersumber dari dana penawaran umum perdana saham (IPO).

Resmi Melantai di BEI

Perusahaan yang telah beroperasi selama 21 tahun ini, resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (1/7). Krida Jaringan Nusantara dicatatkan dengan kode saham KJEN di papan pengembangan pada sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi.

Lewat hajatan ini, perseroan melepas 150 juta saham setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Sementara itu, harga penawaran perdana dilepas di posisi Rp202 per saham. Dengan demikian, KJEN meraup dana segar sebesar Rp30,3 miliar dari IPO.

"Perkembangan pasar e-commerce membuat kami yakin untuk melantai di bursa. Dengan oversubscribe 4,58 kali, ini membuktikan bahwa publik memiliki kepercayaan besar pada bisnis kami," kata Direktur Utama Krida Jaringan Nusantara Dewi Prasetyaningsih.

Pada pencatatan perdana, saham KJEN naik 49,5 persen atau 100 poin ke level Rp302 dari harga pembukaan Rp202 per saham. Saham KJEN ditransaksikan sebanyak 4 kali dengan volume transaksi sebanyak 35 lot, sehingga menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp1,02 juta. (ulf/agi)

Sumber: KJN.ID

Last Update

Latest Review

Review of KFC Kentucky Fried Chicken

Posted by Nasrifah F.
on 27 Jun 2019
Pertanyaan evoucher
Apakah di kfc plaza depok bisa input manual evoucher..terima kasih sebelum dan sesudah nya...