6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

Fri, 22 Nov 2019 10:00
500
6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

Rehat dari segala kesibukan, liburan akhir tahun acap kali dimanfaatkan untuk pergi jauh dari bising kota. Karenanya, sederet desa berikut sangat mungkin jadi alternatif destinasi untuk sebentar melarikan diri.

 

Dari sekian banyak, berikut beberapa desa yang direkomendasikan RedDoorz lewat siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa, 12 November 2019.

 

Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah

 

Ponggok adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok saat ini telah dikembangkan jadi desa wisata air. Terbukti dengan dibukanya beberapa umbul atau mata air, seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro.

 

Pada setiap umbul, dapat dijumpai pemandangan alam menawan, serta air yang jernih. Didukung suasana pedesaan yang asri dijamin Anda bakal betah berlama-lama. Desa ini berjarak kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta dengan kendaraan pribadi.

 

Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta

 

Sejak 1971--1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo, seorang seniman besar Yogyakarta, membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberi berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah.

 

Hasil kerajinan tersebut akhirnya berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara, termasuk Eropa dan Amerika. Desa satu ini dapat dijadikan kawasan wisata edukasi. Anda dapat langsung belajar membuat gerabah yang baik dan benar.

 

Desa Wisata Kasongan berjarak kurang lebih 30 menit berkendara dari pusat kota Yogyakarta.

 

Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur

 

Desa Pujon Kidul adalah salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Salah satu desa di Indonesia ini dijadikan sebagai sarana edukasi bagi wisatawan dengan agenda antara lain memetik sayur, pengolahan susu, wahana outbond, air terjun dan wisata alam lain.

 

Desa berjarak dua jam perjalanan dari pusat kota Malang ini dikelilingi perbukitan yang menjadikan udara sekitar cukup sejuk. Ditambah banyaknya sawah warga yang tampak sangat hijau, dijamin pikiran kembali tenang.

 

Setelah puas berkeliling di desa, Anda dapat menginap di RedDoorz @ Pandanrejo Batu yang hanya berjarak 15 menit berkendara dari lokasi.

 

Desa Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur

 

Wae Rebo merupakan desa tradisional yang terletak di sebuah kawasan terpencil di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa ini, pendakian harus dilakukan karena letaknya yang berada di ketinggian seribu meter di atas permukaan laut (mdpl).

 

Ketika sampai di atas, Anda akan menemukan desa ini dikelilingi perbukitan hijau, hutan yang asri, serta selimut kabut sukup pekat. Rumah-rumah adat yang dipertahankan keasliannya pun turut memberi keunikan tersendiri.

 

Tak heran 'desa di atas awan ini' dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2013 lalu. Rute menuju Desa Wae Rebo biasanya berawal di Labuan Bajo, dari sini pelancong bisa naik travel dengan kisaran harga Rp100 ribu--Rp300 ribu atau bisa juga menyewa mobil dan langsung sampai di Denge.

 

Melanjutkan ke Pos 1, sepeda motor jadi satu-satunya kendaraan yang bisa dinaiki. Dari Pos 1, berjalan kaki sekitar 2--3 jam diperlukan untuk kemudian sampai di Desa Wae Rebo.

 

Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara

 

Desa Mentawir merupakan salah satu desa yang nantinya berdekatan dengan lokasi ibu kota baru. Desa ini menyimpan sejuta potensi wisata dengan unggulannya, yakni Teluk Balikpapan, hutan bakau yang jadi hunian berbagai jenis hewan khas Kalimantan, seperti Pesut Etam, serta hutan bambu terhampar sejauh empat kilometer.

 

Desa ini dapat ditempuh hanya dua jam dari Balikpapan. Pemerintah daerah juga giat menggalakkan industri kreatif rumah tangga berupa pembuatan sirup dari buah pidada atau buah mangrove sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung.

 

Desa Namu, Sulawesi Tenggara

 

Berganti suasana, Anda boleh mempertimbangkan Desa Namu di Sualwesi Tenggara sebagai alternartif destinasi wisata. Berada di tepi pantai, rayuan pesona kawasan ini tak melulu soal sepoi angin laut.

 

Berada dekat dengan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa, keseharian pendudu desa yang ramah bagi para bakcpacker ini menarik untuk diamati. Juga, jangan sampai melewatkan kesempatan menjelajah keindahan bawah laut di perairan sekitar desa walau hanya dengan snorkeling.

 

Mencapai Desa Namu, dari pusat kota Kendari, Anda bisa menuju langsung ke pelabuhan Amolengo di Kecamatan Kolono Timur dengan jarak tempuh 93 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam. Dilanjutkan naik kapal nelayan dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

 

Alternatif lain, dari Kendari Anda bisa langsung ke pelabuhan rakyat di Kota lama. Di sana Anda bisa tanyakan kapal yang menuju jalur Laonti dengan waktu perjalanan selama empat jam.

 

Sumber: Liputan6

6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

6 Desa Indah di Indonesia untuk Mengisi Liburan Akhir Tahun.

Last Update

Latest Review

Review of D'Stupid Baker

Posted by
on 13 Sep 2019
mengapa tutup? sayang sekali. roti dan cakenya enak banget
mengapa tutup? sayang sekali. roti dan cakenya enak bangetsangat berharap D' s***** buka l...